Update Harga Dinar

Grafik Harga Dinar Harian


Dinar dan Dirham


Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dinar adalah mata uang yang dipakai pada zaman Rasulullah SAW . Pada era kekhalifahan Umar bin Khatab, ditetapkan bahwa Dinar memiliki standart seperti tersebut diatas. Di Indonesia, Dinar oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan disertai Sertifikat setiap kepingnya. Keaslian dan keakuratan berat dan kadarnya telah diuji dan disertifikasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan oleh LBMA (London Bullion Market Association).

Dinar saat ini belum diakui secara resmi oleh Pemerintah sebagai alat tukar, sehingga pengenalan kembali Dinar di kalangan umat, digunakan pendekatan sebagai bentuk investasi/tabungan dinar emas dan pelindung aset/harta umat.

Dinar sebagai mata uang yang berasal dari Dunia Islam, sepanjang sejarah telah terbukti memiliki daya beli yang stabil lebih dari 1400 tahun. Dalam kurun 40 tahun terakhir, Rupiah mengalami penurunan daya beli akibat INFLASI rata-rata 8 % per tahun, sedangkan US Dollar mengalami penurunan rata-rata 5 % per tahun. Sebaliknya dalam kurun waktu yang sama, nilai Dinar mengalami kenaikan nilai rata-rata 28,73 % per tahun terhadap Rupiah dan kenaikan rata-rata 10,12 % per tahun terhadap US Dollar. Bandingkan dengan bagi hasil Deposito di Bank yang berkisar 6 % - 7 %. Dinar dapat digunakan sebagai investasi/tabungan jangka menengah/panjang, sangat cocok untuk rencana jangka panjang seperti menunaikan ibadah haji, biaya pernikahan anak, biaya sekolah anak, biaya membeli/perbaikan rumah, warisan (Islam melarang kita meninggalkan keturunan yang lemah) dan lain sebagainya.

Beban biaya dan kebutuhan hidup yang semakin berat memang tidak terasa ... dengan asumsi inflasi 7,5 % per tahun saja, biaya hidup kita dalam Rupiah akan meningkat lebih dari 100 % dalam 10 tahun mendatang. Kekuatan khasanah keadilan mata uang Dinar dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset/harta kita dari kehancuran/penurunan nilai uang seperti yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu Sanering Rupiah tahun 1965 dan Krisis Moneter tahun 1997-1998.

14/09/11

Rupiah Melemah Dinar Makin Perkasa

Bagi yang mengamati harga Dinar/Emas hari ini, barangkali Anda terkejut dengan kenaikannya yang mencapai sekitar Rp 50,000/Dinar pada harga siang - padahal harga emas internasionalnya lagi menurun. Ini tidak lain karena melemahnya Rupiah yang terus berlanjut yang terjadi sejak dua hari lalu. Pada saat artikel ini saya tulis misalnya, Rupiah menyentuh angka Rp 8,950/US$ di pasar internasional yang juga dapat diikuti di rate yang kami tampilkan secara real time di situs ini. Mengapa kok tiba-tiba Rupiah melemah ?.

Masalah bahwa Rupiah akan melemah ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena dalam situasi krisis ekonomi yang melanda negara-negara maju saat ini – Indonesia pasti kena dampaknya.  Demand import mereka menurun – maka export Indonesia juga akan menurun. Pasar yang mengecil diperebutkan banyak pemain, yang tidak kuat pasti juga akan mendapatkan kue pasar export yang lebih kecil.

Bahkan bila Rupiah tetap perkasa, kemungkinan memperoleh kue export-nya akan lebih kecil lagi karena produk-produk kita menjadi kurang bersaing. Jadi penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang memang lagi mulai menguat ini – lihat grafik dibawah, tidak sepenuhnya buruk bagi ekonomi Indonesia.
 
Currency Trend IDR, USD, JPY and EURCurrency Trend IDR, USD, JPY and EUR
Bagi Anda yang terbiasa membeli produk import atau produk-produk yang nilainya mengikuti pasar internasional , tentu akan Anda rasakan produk-produk tersebut semakin mahal.

Salah satunya ya emas atau Dinar ini !.  Bila Rupiah melemah sampai Rp 9,500/US$ - yang saya anggap masih wajar mengingat situasi ekonomi global saat ini – maka pada kisaran harga emas yang terjadi sebulan terakhir saja – harga Dinar akan bisa mencapai lebih dari Rp 2,500,000 per Dinar, dan harga emas lebih dari Rp 600,000/gram.

Lebih detilnya Anda dapat lihat pada table dibawah untuk melihat kemungkinan-kemungkinannya – yaitu harga Dinar pada perbagai tingkat harga emas dunia dan perbagai tingkat nilai tukar. Wa Allahu A’lam.
 
Dinar at Various Exchange Rate and Intl. PriceDinar at Various Exchange Rate and Intl. Price
Penulis M Iqbal owner geraidinar

02/09/11

Apa itu Mdinar ?


Pada artikel berikut saya ingin share tentang mdinar, sebagai salah satu alternatif untuk menabung.

Anda tentu tidak asing dengan menabung, sejak kita belum di bangku sekolahpun , sudah diajarkan untuk menabung oleh orangtua kita.
Sedikit demi sedikit koin sisa jajan dimasukkan celengan, saat sudah sekolah sisa uang jajan kita ditabung di ibu guru, kemudian saat kenaikan kelas, tabungan itu dibagikan.

Zaman berubah, teknologi berkembang, metode untuk menabung  ikut berubah,
orang sudah banyak yang mempunyai rekening/ celengan di bank, dengan berbagai instrumen teknologinya, ada call banking, sms banking, internet banking, bahkan mobile banking.

Semua metode dan instrumen tabungan diatas berbasiskan  uang kertas/ kartal, uang kertas tentu nilai nominalnya lebih tinggi dari nilai intrinsiknya.

Saat ini melalui komunitas dan jaringan geraidinar serta website ini , kami memperkenalkan metode menabung berbasis dinar emas,yang kami sebut mdinar (mobile dinar).
Apa dan bagaimana mdinar , berikut kultwit tentang mdinar, semoga bisa memberikan gambaran tentang mdinar, sekaligus memotivasi anda berhijrah ke tabungan dinar, melalui mdinar, selamat menyimak :)

kulwit #mdinar dari sodara Luqman setiawan (@isisaldomdinar)
#mdinar adalah tabungan dinar , yg bisa dimonitor secara online seperti #ebanking
#dinar #emas yang disimpan dlm rekening di #mdinar selain likuid,juga memiliki nilai buyback tertinggi diantara instrumen emas lainnya

Bahkan dengan menggunakan #mdinar maka spread jual beli bisa dipangkas hingga 2% dgn menggunakan opsi #dinarlessthan

#mdinar sebagai "online money processor"(OMP) secara asset & total pengguna masih jauh dibawah paypal yg saat ini merupakan OMP no.1 dunia

Bedanya dgn paypal, saldo uang kita di #mdinar dlm bentuk #dinar #emas atau bisa juga dlm bentuk Rp.Paypal dlm satuan US$,dan €

Badan hukum #mdinar adalah BMT (Baitul Maal Wat tamwil-Daarul Muttaqiin).Dan msk dlm Dirjen Lembaga Keuangan Non Bank di Kemenkeu

Hanya krn bdn hkmnya BMT,& msk-nya ke LKNB Kemenkeu bukan berarti #mdinar tdk aman.Profesionalismenya justru diatas rata2 perbankan

Anda bisa lihat indikator2 perbankan #mdinar secara gambang di private akun anda (i-qirad).disitu terlihat jelas kapitalisasi dan aset +++++

Salah satu indikator integritas dari #mdinar dan jaringannya,silahkan cairkan saldo anda ke bentuk fisik dinar/Rp.Dan buktikan likuiditasnya.

Di dunia ini memang sulit dptkan media investasi/tabungan yg sepenuhnya aman dan amanah.di #mdinar anda akan menemukannya.

01/08/11

Beli atau Jual Emas

Bagi Anda yang bingung akan jual atau beli emas, tulisan dari Muhaimin Iqbal , praktisi Emas dinar berikut ini bisa menjadi referensi dalam mengambil keputusan yang tepat,






Seperti yang kita duga sebelumnya bahwa harga emas dunia bergejolak tajam sepanjang pekan ini, dan ini akan berlanjut setidaknya sampai beberapa hari kedepan ketika batas akhir plafon pinjaman Amerika akhirnya disetujui atau ditolak oleh Congress-nya. Seperti apa kiranya harga emas sesudah itu (02/08/11 waktu AS), akan tergantung mana di antara dua kekuatan besar yang akhirnya dominan. Kekuatan pertama saya sebut kekuatan complacency – yaitu rasa berpuas diri dengan kondisi yang ada disertai keengganan untuk berubah, dan yang kedua adalah kekuatan akal sehat.

Complacency adalah apa yang ada di masyarakat Amerika pada umumnya – sampai apa yang dilakukan oleh presiden mereka dalam mengelola Anggaran. Bagi mereka biasa saja intervensi ke negara sana sini, meskipun sebenarnya mereka tidak mampu mendanainya kecuali dengan berhutang. Tidak masalah pula dengan gagah-nya membantu sekutu-sekutunya seperti Israel – meskipun pula dengan dana pinjaman. Dan perbagai proyek gagah-gagahan lainnya yang dilakukan oleh negeri penghutang itu.

11/07/11

Emas Menguat Awas koreksi

Merosotnya minat investor terhadap aset-aset berisiko tinggi melambungkan harga safe haven khususnya emas. Logam mulia ini berhasil menguat ke level tertinggi sejak Mei lalu. Investor menjatuhkan pilihan pada emas seiring meningkatnya kekhawatiran krisis utang di kawasan Uni Eropa yang diperkirakan akan menjalar ke Italia.
Kemarin, emas ditutup menguat 0,6% ke US$ 1.553,60 per troi ounce. Angka tersebut merupakan kenaikan beruntun dalam enam sesi terakhir menyusul semaraknya aksi borong pada logam simbol kesejahteraan ini.
Pada waktu yang sama, emas juga mencatatkan kenaikan tertinggi terhadap euro dan sterling. Harga emas berdenominasi euro mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di 1.110,48 euro per troi ounce. Sedangkan pada sterling, emas mencetak rekor tertinggi di 979,89 pound per troi ounce.
Kinerja emas juga terdongkrak oleh kondisi tidak pastinya penanganan utang Amerika di mana Presiden AS Barack Obama masih berusaha meningkatkan tekanan pada partai Republik agar menyepakati aturan pagu kredit terbaru guna menghindari gagal bayar utang yang jatuh tempo 2 Agustus mendatang.
Analis komoditi dari Valbury Asia Futures, Ahim menilai kondisi tersebut menguatkan sinyalemen bullishintraday chart untuk mendukung proyeksi berlanjutnya rally dengan potensi target mingguan menuju level US$ 1.557,75 per troi ounce. berdasarkan
"Tapi waspadai level RSI yang sudah memasuki area overbought, hal itu mengindikasikan harga emas rentan terkoreksi dari penguatan tajamnya sejak awal Juli silam. Level intraday support sesi ini terdapat pada kisaran US$1.547,20-US$1.541,40 per troi ounce," jelas Ahim.

messagenya  bagi Anda yang investasi/ beli Emas Dinar untuk jangka pendek harap waspada 

sumber:http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/72596/Emas-jadi-pilihan-utama-harga-safe-haven-ini-kembali-melambung

28/06/11

Mengapa akhir akhir ini Emas turun ?

Harga Emas akhir ini naik turun seperti roller coaster,Bagi Anda yang beli emas untuk investasi jangka pendek tentu waspada.
Berikut salah satu penyebab harga emas dunia turun akhir2 ini
Harga emas di pasar dunia kemarin (27/06) terus menurun, ditutup pada US$ 1.500 per ons. Penurunan ini seiring dengan menurunnya harga sejumlah komoditas dunia, sehingga prediksi inflasi pasar juga berangsur berkurang, ditambah lagi dengan bantuan Uni Eropa terhadap Yunani yang menyebabkan penguatan Euro terhadap dolar AS,.

Harga emas untuk bulan ini di Bursa New York menurun US$4,5 per ons atau 0,3 persen, ditutup pada US$ 1.496. Ini adalah rekor terendah di pasar emas sejak 19 Mei lalu.

Analis dari Peregrine Financial Group mengatakan, para investor memperhatikankrisis utang Yunani dan kemungkinan penurunan rating Italia, namun ada gejala Yunani berkemungkinan besar memperoleh bantuan kedua dari Uni Eropa dan IMF, sehingga kekhawatiran pasar berkurang dan memberi stimulus negatif terhadap harga emas.

Jadi bagi Anda yang membeli emas untuk investasi maupun trading ini saatnya untuk melakukan pembelian sebelum harga emas naik di musim gugur dan musim dingin, yang di awali pada bulan september.

02/06/11

Percayakah Anda Uang bisa Hilang jika Ditabung

Menabung dengan cara tradisional, dg menitipkan sejumlah uang di bank dan dibiarkan , ternyata terbukti mengandung banyak kerugian. Sistem dan aturan main di Bank bisa menggerogoti tabungan kita.

Setelah masa krisis 1998, bank bank di Indonesioa menggeser penghasilan utamanya dari pinjaman/kredit .

Sekarang selain penghasilan dari bunga kredit, mereka juga memaksimalkan pendapatannya dari pengelolaan rekening, serta jasa transfer yang dikutip dari nasabah.
Selain itu pada saldo tertentu bagi hasil bisa Nol persen. Saat ini pada banyak bank jika saldo dibawah 1 juta bunganya nol. artinya jika kita simpan 500 ribu di bank kita diamkan 4 tahun kemudian menjadi Nol.

Lho kok bisa? kenapa?
karena tiap bulan kita dikenakan biaya administrasi sekitar 10 ribu. Jadi tidak tepat lagi menabung di Bank menguntungkan.

Jika disimpan Deposito mungkin lebih menjanjikan bagi hasilnya, tetapi uang kita terikat , tidak bisa dipakai setiap saat.
Selain kena biaya administrasi, Bunga.bagi hasil tabungan tidak bisa mengejar inflasi.

Kita dirampok oleh inflasi. bunga deposito 6-7 % saja, sedang tabungan 3-5 % saja, sementara inflasi 5-!0 % dan biaya administrasi.
Bandingkan dengan emas/dinar yang tingkat hasilnya 25-30%/ tahun. Seandaainya 500 ribu dibuat membeli emas/dinar maka nilai diakhir tahun pertama = 500 ribu + (30 % * 500 ribu) =650 ribu. So saat nya #think dinar, berhijrah ke dinar emas


01/06/11

Gold Based Capital : Menumbuhkan Sektor Riil Untuk Melawan Inflasi...

Di dunia perbankan ada istilah Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Rasio Kecukupan Modal, yaitu suatu rasio yang menggambarkan perbandingan antara modal bersih yang dimiliki suatu bank dengan total asetnya – setelah memperhitungkan faktor risiko. Mirip dengan ini di dunia asuransi dikenal istilah Risk Based Capital (RBC), yaitu kekayaan bersih perusahaan juga setelah diperhitungkan dengan faktor-faktor risiko. Keduanya memiliki kesamaan yaitu aset perusahaan yang sesungguhnya yang dimiliki oleh bank atau asuransi – sangat bisa jadi tidak sebesar asset yang diperhitungkan berdasarkan standar akuntansi – setelah faktor-faktor risikonya dimasukkan dalam perhitungan. Lantas bagaimana dengan aset pribadi atau perusahaan Anda, berapa nilai yang sesungguhnya ?, tumbuhkah atau malah menyusut ?.
Saya tidak akan memperkenalkan formula yang njlimet seperti perhitungan CAR di perbankan atau RBC di asuransi untuk menghitung nilai sesungguhnya dari aset pribadi atau perusahaan Anda, saya perkenalkan saja apa yang saya sebut Gold Based Capital (GBC) – yang mengukur nilai riil aset Anda dengan menggunakan standar harga emas.
Untuk mudahnya dipahami konsep ini saya gunakan ilustrasi berikut : anggap lima tahun lalu (2006) Anda punya aset uang sebesar lima unit (bisa satuan apa saja milyar Rupiah, juta dollar dlsb). Anda investasikan secara terpisah masing-masing satu unit ke Deposito Rupiah (asumsi hasil rata-rata 7 %), Deposito Dollar (asumsi hasil rata-rata 2.5%), Saham (asumsi hasil mengikuti pergerakan IHSG), Emas untuk nantinya dijual ke Rupiah ( asumsi apresiasi nilai mengikuti harga emas dalam Rupiah) dan Emas yang nantinya dijual ke Dollar ( asumsi apresiasi mengikuti harga emas dalam US Dollar).
Setelah lima tahun berlalu (2011), berdasarkan asumsi-asumsi tersebut diatas pertumbuhan masing-masing aset Anda akan menjadi seperti pada grafik dibawah.
Asset Growth in Original CurrenciesAsset Growth in Original Currencies
Perhatikan semua aset nampak memberikan hasil atau tumbuh. Deposito baik dalam Rupiah maupun dalam US Dollar secara persistent tumbuh dibawah pertumbuhan harga emas baik di Rupiah maupun di Dollar. Saham yang direpresentasikan oleh fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tumbuh secara fluktuatif – kadang jauh diatas harga emas tetapi kadang juga anjlog jauh dibawah.
Dengan kacamata Rupiah atau US Dollar, Anda mungkin sudah senang dengan pertumbuhan aset ini. Masalahnya adalah daya beli riil Rupiah dan Dollar juga anjlog tergerus inflasi selama lima tahun ini – inilah faktor risiko yang hampir pasti terjadi yang mestinya ikut diperhitungkan dalam menilai aset Anda. Karena faktor risiko inilah nilai sesungguhnya dari aset Anda tersebut diatas perlu di adjusted dengan faktor inflasi – tetapi data inflasi yang mana yang bisa kita pakai ?, di negeri ini inflasi umu rata-rata 5 tahun terakhir "hanya" 6.8 %, tetapi rata-rata inflasi bahan pangan untuk periode yang sama adalah 12 %.
Agar Anda tidak pusing memikirkan data inflasi mana yang digunakan, maka gunakan saja harga emas sebagai patokan. Mengapa harga emas ?, Pertama harga emas di dunia dibentuk oleh mekanisme pasar yang nyaris sempurna – sehingga harganya adalah reliable, kedua data harga emas yang paling up-dated baik dalam Rupiah maupun dalam US Dollar ini selalu available setiap saat, dan utamanya yang ketiga karena harga emas telah terbukti stabil mencerminkan harga-harga benda riil kebutuhan manusia untuk periode yang amat sangat panjang yaitu lebih dari 1400 tahun !. Maka setelah aset-aset Anda tersebut diatas di adjusted atau di standarisasi dengan menggunakan harga emas, hasilnya akan seperti pada grafik dibawah.
Asset Growth Based on GoldAsset Growth Based on Gold
Emas baik yang semula akan dijual dalam Rupiah maupun US Dollar, bila di standarisasi dengan emas itu sendiri tidak tumbuh atau tidak bertambah sampai kapan-pun. Deposito Anda dalam Rupiah maupun dalam US$ nampak terus menyusut – semakin lama semakin menjauh dari standar harga emas. Untuk saham berfluktuasi kadang diatas dan kadang dibawah.
Saham yang sedikit mencerminkan sektor riil dapat menumbuhkan aset Anda yang dihitung dengan standar emas – meskipun berisiko tinggi. Untuk tingginya risiko investasi di saham ini pernah saya tulis di situs ini yang mengutip thesis S2-nya Ibu Sri Pangestuti.
Bila deposito-deposito nilai riilnya dengan standar emas terus menyusut dan investasi saham berisiko, lantas apa investasi yang paling tepat untuk Anda ?. Saya cenderung untuk terus mendorong Anda berinvestasi di sektor riil. Memang untuk ini Anda akan menghadapi setidaknya dua risiko sekaligus yaitu risiko usahanya sendiri dan risiko inflasi, namun insyaallah keduanya bisa di-minimized.
Risiko usaha dapat Anda minimized dengan memilih bidang yang sangat Anda pahami seluk beluknya, melakukan riset maksimal dibidang tersebut dari segala aspek yang terkait, membuat business model dan business plan yang matang serta mengimplementasikannya dengan prudent atau penuh kehati-hatian.
Risiko inflasi dapat Anda minimized atau bahkan hilangkan bila Anda bisa mengelola pertumbuhan aset Anda berbasis emas atau Dinar, bukan emas atau Dinar yang disimpan tetapi emas atau Dinar yang menjadi modal yang terus berputar. Untuk lebih jelasnya, ilustrasi dibawah ini menggambarkan siklus usaha Anda setelah menggunakan Dinar atau emas sebagai basis-nya.
Business Cycle Change From Fiat To GoldBusiness Cycle Change From Fiat To Gold
Mudahkah ini diimplementasikan ?. Kerjasama antara Gerai Dinar dengan BMT Daarul Muttaqiin telah siap memfasilitasi Anda untuk memutar usaha berbasis Dinar ini, namun bagi Anda yang belum comfortable atau familiar dengan Dinar – maka emas lantakan juga bisa digunakan sebagai basis modal untuk menggerakkan sektor riil. Untuk yang terakhir ini kami telah merintis pembicaraan dengan beberapa bank syariah untuk sinergi-nya, insyaAllah dalam waktu dekat layanan yang komprehensif yang terkait dengan penggunaan emas sebagai modal ini akan segera terwujud.
Sebagaimana lawan riba adalah perdagangan dan sedekah, maka inflasi harus bisa kita taklukkan dengan berputarnya harta di sektor riil dan ketika masih idle berupa cadangan modal-pun dia dalam bentuk yang tidak mempan digerus inflasi yaitu Dinar atau emas. InsyaAllah.
(M.Iqbal pen)

28/05/11

Tabungan, Saham, Properti atau Dinar Emas

Bang bing bung yuk kita nabung
Tang ting tung hey jangan dihitung
Tahu-tahu kita nanti dapat untung

Masih ingat lagu anak-anak di atas? Ya, sejak kecil kita memang sudah diajarkan untuk menabung. Menabung adalah salah satu bentuk investasi kita untuk keperluan di masa mendatang. Tapi benarkah dengan menabung di bank, tanpa dihitung tahu-tahu kita dapat untung? Atau jangan-jangan uang kita semakin berkurang karena besarnya potongan biaya administrasi? Jawabnya : RELATIF. Tergantung besarnya tabungan kita juga. Tapi kira-kira seberapa besar keuntungan yang bisa kita dapatkan bila kita menginvestasikan uang tersebut dalam bentuk yang lain? Misalnya disimpan dalam deposito, atau dibelikan emas, tanah, atau yang lainnya? Berikut perbandingan bermacam bentuk investasi berdasarkan beberapa aspek menurut Buku Think Dinar! yang ditulis oleh Endy J Kurniawan.

25/05/11

Gaji dalam dinar, maknyuss

Bagi Anda yang berpenghasilan US$ namun pengeluaran dalam Rupiah, setahun terakhir Anda mungkin merasakan uang Anda lebih cepat habis karena biaya hidup yang bertambah mahal. Hal ini adalah karena penghasilan Anda dalam US$ bila dikonversikan ke Rupiah setahun terakhir mengalami penurunan sekitar sekitar 5 % dari US$ 1 = Rp 9,450 (oct’ 09) ke US$ 1 = Rp 8,940 (oct’ 10). Tetapi bagi kita yang berpenghasilan Rupiah dan pengeluaran juga dalam Rupiah, mengapa biaya hidup juga tetap bertambah berat ?.

Inilah efek dari pengukuran relatif.  Bila Anda mengemudi kendaraan mundur, kemudian disamping Anda ada mobil lain yang juga mundur dengan kecepatan lebih tinggi – maka mobil Anda terasa relatif berjalan maju ketimbang mobil lain yang mundur lebih cepat tersebut. Inilah yang terjadi mengapa para ekonom sekalipun, saat ini mengira bahwa Rupiah sedang menguat – tidak ada yang mengatakan melemah – dalam setahun terakhir karena acuannya selalu US$ - yang lagi melaju mundur dengan kecepatan lebih tinggi.

Untuk mengetahui kearah mana mobil Anda berjalan, tidak bisa membandingkannya dengan arah mobil lain yang juga sedang berjalan. Anda harus melihat ke-arah pohon, bangunan atau benda lain yang tidak bergerak, baru Anda tahu apakah mobil Anda sedang berjalan mundur atau maju.

Dalam hal mata uang seharusnya melemah atau menguatnya tidak diukur relatif terhadap mata uang lain, tetapi diukur dari daya belinya terhadap benda riil yang kita butuhkan. Ketika Rupiah saat ini dikatakan menguat sekitar 5 %, ternyata Indek Harga Konsumen (IHK) menunjukkan kenaikan sampai 5.8 % (year on year sept’09 – Sept’10 ).

Jadi menurut data resmi pemerintah sekalipun, beban biaya hidup kita semua setahun terakhir 5.8% lebih berat karena faktor inflasi ini. Inipun bisa jadi belum mencerminkan kenaikan biaya hidup yang sesungguhnya yang kita hadapi, karena perhitungan  Indeks Harga Konsumen memang dihitung dari sejumlah barang yang belum tentu semuanya terkait langsung dengan yang kita butuhkan sehari-hari.

Sebagai pembanding, emas atau Dinar per pagi ini misalnya mengalami kenaikan diatas 22%.

Jadi beban hidup kita terasa berat semua selama setahun terakhir ini karena rata-rata penghasilan kita dalam Rupiah ataupun Dollar. Kemudian biasanya penghasilan ini disesuaikan (dinaikan) secara berkala oleh perusahaan – menyesuaikan tingkat inflasi. Namun karena tingkat inflasi ini belum tentu mencerminkan kenaikan harga yang sesungguhnya terhadap benda riil yang menjadi kebutuhan kita sehari-hari,  maka bisa jadi kenaikan penghasilan secara reguler tersebut belum juga memadai untuk mengimbangi kenaikan harga-harga yang riil di pasar.

Lantas apa kira kira solusinya ?, agar win-win antara pekerja dengan pemberi kerja solusi yang terbaik adalah para pekerja bekerja lebih keras untuk meningkatkan produktifitas perusahaan/instansi tempatnya bekerja ; sedemikian rupa sehingga pemberi kerja yang adil akan mampu memberikan gaji dalam bentuk setara emas atau Dinar; atau kalau gaji masih dalam Rupiah/Dollar – kenaikan berkalanya merefer pada kenaikan harga emas. maknyuss bukan ? 

tulisan oleh: M Iqbal
geraidinar

18/05/11

Prediksi Harga Dinar Emas 2011

Bagi yang mempersepsikan emas atau Dinar sebagai investasi, 2010 adalah tahun yang menggembirakan karena emas atau Dinar mengalami appresiasi nilai sekitar 23 % dalam Rupiah atau sekitar 3.5 kali hasil deposito atau tabungan. Akhir tahun 2009 lalu harga Dinar ditutup di angka Rp 1,444,040  sedangkan akhir tahun 2010 Dinar ditutup pada harga Rp 1,777,760,-. Dalam US$ kenaikan ini lebih menyolok lagi karena harga emas Dunia akhir 2009 adalah US$ 1,087.50 sedangkan akhir 2010 harga emas ini ditutup pada angka US$ 1,421.60 atau mengalami peningkatan sekitar 30%.

Diantara penyebab kenaikan harga emas dunia tersebut yang bersifat sangat fundamental adalah apa yang dilakukan oleh bank central-nya Amerika atau the Fed, dengan perilaku kontroversialnya dalam mencetak uang dari awang-awang atau yang disebut quantitative easing. Kenaikan harga emas 2010 masih terkait langsung dengan dampak quantitative easing 1 yang dilakukan Amerika sejak November 2008. Saat itu mereka mulai ‘mencetak uang’ US$ 600 milyar untuk membeli apa yang disebut Mortgage-Backed Securities (MBS) dan berbagai bentuk surat hutang lainnya, namun karena kompleksitas problem negeri itu angka ini menggelembung sampai US$ 2.1 trilyun pertengahan tahun 2010.

Angka yang US$ 2.1 trilyun tersebut seharusnya menurun bila ekonomi negeri itu berhasil dipulihkan, namun kenyataannya kemudian di bulan November 2010 the Fed-nya negeri itu mengumumkan lagi akan dilakukannya quantitative easing 2  yang akan diimplementasikan hingga pertengahan 2011. Belajar dari quantitative easing 1 yang dampaknya terhadap kenaikan harga emas berlanjut sampai 2 tahun kemudian, maka dampak dari implementasi quantitative easing 2 juga sangat mungkin akan mendongkrak harga emas di tahun 2011 atau bahkan sampai 2012 nanti.

Jadi penyebab utama yang menjadikan harga emas melonjak sampai 30% dalam US$ tahun 2010, juga masih ada disana di tahun 2011. Apakah dampaknya akan sekuat quantitative easing 1 ?, waktu nanti yang akan menjawabnya. Namun ketika quantitative easing 1 diputuskan November 2008, tahun berikutnya (2009) harga emas dalam US$ naik 25%, dan tahun berikutnya lagi (2010) naik hingga 30%. Itulah sebabnya ketika saya membuat Estimasi Konservatif Harga Emas/Dinar 2011 dengan menggunakan statitstik 10 tahun dan 40 tahun, saya beri catatan khusus bahwa estimasi tersebut tidak memasukkan dampak dari quantitative easing 2 tersebut diatas.

Jadi kalau di estimasi konservatif harga emas di akhir tahun 2011 ini saya prediksikan di kisaran US$ 1,500/Oz s/d US$ 1,600,-/Oz, maka estimasi optimis-nya bila kita belajar dari dampak quantitative easing 1,  harga emas bisa saja mencapai US$ 1,780/Oz di tahun 2011 dan US$ 2,300/Oz di tahun 2012.

Lantas bagaimana dengan harga emas atau Dinar dalam Rupiah ?. Kenaikan harga emas atau Dinar dalam Rupiah tahun 2010 yang tidak setinggi kenaikanya dalam US$ adalah karena factor penguatan Rupiah terhadap US$.  Bila kurs rata-rata bulanan Desember 2009 adalah Rp 9,454/US$ , Desember 2010 ini rata-ratanya adalah Rp 9,024/US$ atau mengalami penguatan 4.5%.

Penguatan yang sama tidak bisa kita harapkan untuk tahun 2011 ini karena akan menurunkan daya saing ekspor kita, sebaliknya kecenderungan melemah ke kisaran angka tahun sebelumnya (2009) atau di angka Rp 9,400-an lebih memungkinkan bila negeri ini ingin terus menjaga surplus di neraca perdagangannya.

Maka bila faktor quantitative easing 2 dan sedikit pelemahan Rupiah ini yang kita gabungkan untuk membuat estimasi optimis harga emas atau Dinar dalam Rupiah,  harga emas dalam Rupiah akan mencapai kisaran Rp 540,000/gram di tahun 2011 dan Rp 700,000/gram di tahun 2012. Dengan asumsi yang sama maka Dinar akan berada di kisaran Rp 2,300,000,- tahun 2011 dan Rp 3,000,000 tahun 2012.

tidak ada seorang-pun yang bisa tahu apa yang akan terjadi. Jadi estimasi saya baik yang konservatif maupun yang optimistis bisa saja keduanya salah.

sumber:geraidinar
penulis:M iqbal

Emas Kembali Menguat

Emas Sesi Asia Bergerak Menguat Terdorong Aksi Beli Investor
Rabu, 18 Mei 2011 11:30 WIB
Pada perdagangan elektronik hari ini tampak harga emas mengalami kenaikan (18/05). Harga emas menguat seiring dengan kembalinya aksi beli pada perdagangan sesi Asia hari ini. Harga emas terdorong menguat oleh sinyal teknikal jangka pendek yang mengisyaratkan bahwa harga telah masuk ke dalam fase oversold.

sumber : vibiznews

11/05/11

Emas capai $ 2,000 per troy ounce

NEW YORK. Harga logam mulia yaitu emas diperkirakan akan menyentuh level US$ 2.000 per ounce tahun ini. Hal itu diungkapkan oleh Eric Sprott, Kepala Manajer Investasi Sprott Inc.
Menurut Sprott, emas sedikitnya akan naik 17% dari posisinya tahun lalu. Informasi saja, di pasar Comex, New York pada 2010 harga rata-rata emas sebesar US$ 1.228,45 per ounce dan berakhir di level US$ 1.421,40 per ounce.

"Emas akan dengan mudah mencapai level US$ 2.000 per ounce tahun ini," ujarnya. Hitungan Sprott tak main-main, berdasarkan data historis selama 10 tahun, harga emas selalu menanjak naik dan terus menerus mencetak rekor.
"Saat ini, uang banyak bergerak di pasar fisik," ujar Sprott. Hingga perdagangan pukul 10:45 di pasar Comex, emas berada di level US$ 1.511,85 per ounce minus 1,9 poin atau 0,13% dibanding perdagangan sehari sebelumnya.